There was an error in this gadget

Thursday, March 22, 2012

MAKALAH BIOKIMIA (Asam Amino dan Protein)


BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar belakang
Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. Asam amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus –NH2 pada atom karbon α dari posisi gugus –COOH. Jenis-jenis asam amino, urutan cara asam amino tersebut terangkai, serta hubungan spasial asam-asam amino tersebut asan menentukan struktur 3 dimensi dan sifat-sifat biologis protein sederhana.
Sedangkan Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
  1. Rumusan masalah
  1. Apa itu asam amino ?
  2. Apa itu protein?
  1. Tujuan
  1. Untuk mengetahui apa itu asam amino.
  2. Untuk mengetahui apa itu protein.







BAB II
PEMBAHASAN
I.   ASAM AMINO
  1. Pengertian Asam amino
Asam amino yang merupakan monomer (satuan pembentuk) protein adalah suatu senyawa yang mempunyai dua gugus fungsi yaitu gugus amino dan gugus karboksil.  Pada asam amino, gugus amino terikat pada atom karbon yang berdekatan dengan gugus karboksil (C-α) atau dapat dikatakan juga bahwa gugus amina dan gugus karboksil dalam asam amino terikat pada atom karbon yang sama.  Rumus asam amino dapat ditunjukkan pada gambar:
     
Struktur asam amino secara umum adalah satu atom C yang mengikat empat gugus: gugus amina (NH2), gugus karboksil (COOH), atom hidrogen (H), dan satu gugus sisa (R, dari residue) atau disebut juga gugus atau rantai samping yang membedakan satu asam amino dengan asam amino lainnya. Atom C pusat tersebut dinamai atom Cα ("C-alfa") sesuai dengan penamaan senyawa bergugus karboksil, yaitu atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. Oleh karena gugus amina juga terikat pada atom Cα ini, senyawa tersebut merupakan asam α-amino. Asam amino biasanya diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia rantai samping tersebut menjadi empat kelompok. Rantai samping dapat membuat asam amino bersifat asam lemah, basa lemah, hidrofilik jika polar, dan hidrofobik jika nonpolar
  1. Tatanama asam amino
Selain nama biasa asam amino, juga diberika nama kimia secara sistematik (IUPAC). Masa ini ada dua sistem tatanama yang dipakai untuk asam amino. Pertama dengan memberi nama atom karbon yang mengikat gugus karboksil dan amino sebagai alfa. Karbon yang berikatan selanjutnya (dari rantai R) dinamakan betha, gamma dan seterusnya.
Sistem ini perlahan didesak oleh sistem dengan pemberian nomor pada atom atom karbon.
Tabel Nama dan struktur 20 macam asam amino penyusun protein
no
Nama biasa
Nama sistematika
1
Alanin
As. 2-amino propanoat
2
Valin
As. 2-amino-3-metil butanoat
3
Leusin
As. 2-amino-4-metil pentanoat
4
Isoleusin
As. 2-amino-4-metil pentanoat
5
Prolin
As.2-amino-3 fenilpropanoat
6
Fenilalanin
As. 2-amino-3 fenilpropanoat
7
Triptofan
As. 2-amino-3 (3-idolil)-propanoat
8
Metionin
As. 2-amino-4-(metal tin) butanoat
9
Glisin
As. 2 amino etanoat
10
Serin
As. 2-amino-3-hidroksil propaniat
11
Treonin
As. 2-amino-3-hidroksin propaniat
12
Sistein
As. 2-amino-3-merkapto propanoat
13
Tirosin
As. 2-amino-3-(p-hidroksil fenil) propanoat
14
Asparagin
As. 2-amino-suksinat
15
Glutamin
As. 2 amino glutaramat
16
Asam aspartat
As. 2-amino-suksinat
17
Asam glutamate
As. 2-glutarat
18
Lisin
As. 2,6-diamino-heksanoat
19
Arginin
As. 2-amino-5-guanido valerat
20
Histidin
As. 2-amino-3-imidazol propanoat
                           
Tabel nama-nama dan singkatan ke-20 asam amino

No
Nama biasa
Singkatan (symbol)
3 huruf
1 huruf
1
Alanin
Ala
A
2
Valin
Val
V
3
Leusin
Leu
L
4
Isoleusin
Ile
I
5
Prolin
Pro
P
6
Fenilalanin
Fen
F
7
Triptofan
Trp
W
8
Metionin
Met
M
9
Glisin
Gli
G
10
Serin
Ser
S
11
Treonin
Tre
T
12
Sistein
Sis
C
13
Tirosin
Tiv
Y
14
Asparagin
Asn
N
15
Glutamin
Gln
G
16
Asam aspartat
Asp
D
17
Asam glutamat
Glu
E
18
Lisin
Lis
K
19
Arginin
Arg
R
20
Histidin
His
H


C.    Klasifikasi Asam Amino
Asam amino yang terdapat dalam protein dapat dibagi menjadi 4 golongan berdasarkan relatif gugus R-nya.
1.      Asam amino dengan gugus R non polar (tak mengutup)
Gugus non polar adalah gugus yang mempunyai sedikit atau tidak mempunyai selisih muatan dari daerah yang satu ke daerah yang lain. Golongan ini terdiri dari lima asam amino yang mengandung gugus alifatik (Alanin, leusin, isoleusin, valin,dan prolin) dua dengan R aromatic (fenilalanin dan triptopan) dan satu mengandung atom sulfur (metionin).
protein nonpolar.png

2.      Asam amino dengan gugus R mengutub tak bermuatan
Golongan ini lebih mudah larut dalam air dari golongan yang tak mengutub karena gugus  R mengutup dapat membentuk ikatan hydrogen dengan molekul air. Selain treoinin dan tirosin yang kekutubannya disebabkan oleh adanya gugus hidroksil (-OH) merupakan asam amino yang termasuk golongan ini. Selain itu yang termasuk dalam golongan ini juga adalah asparagin dan glutamine yang kekutubannya disebabkan oleh gugus amida (-CONH2) serta sistein oleh gugus sulfidril (-SH).
Asparagin dan glutamine, masing masing merupakan bentuk senyawa amida dari asam aspartat dan asam glutamat dan mudah terhidrolisis oleh asam atau basa. Sistein yang mengandung gugus tiol dan tirosin yang mengandung gugus hidroksil fenol bersifat paling mengutub dalam golongan asam amino ini.
Asam amino dengan gugus R bermuatan negative (Asam amino asam)
Golongan asam amino ini bermuatan negative pada pH 6.0-7.0 dan terdiri dari asam aspartat dan asam glutamat yang masing-masing mempunyai dua gugus karboksil (COOH).
3.      Asam amino dengan gugus R bermuatan positif (Asam amino basa)
Golongan asam amino ini bermuatan positif pada pH 7.0 terdiri dari lisin, histidin dan arginin
- lisin mengandung satu lagi gugus amino pada posisis e dari rantai R alifatik
- Histidin mengandunga gugus lemah imidazolium pada pH 6.0 lebih dari 50 % molekul histidin bermuatan positif sedangkan pada pH 7.0 kurang dari 10 %bermuatan positif.
- Arginin mempunyai gugus guanido pada gugus R-nya
  1. Pembagian lain
Dua puluh asam amino alfa alami ini dibagi menjadi tujuh golongan berdasarkan struktur rantai sampingnya, yaitu (Sultanry, 1985) :
1.        Rantai samping alifatik.
Golongan ini terdiri dari asam amino yang memiliki rantai samping hidrokarbon. Asam amino golongan ini ialah glisina, alanina, valina, lesina, isolesina, dan prolina.
2.        Rantai samping hidrosilik
Asam amino dalam golongan ini ialah serina dan treonina. Keduanya mempunyai rantai samping alifatik yang mengandung fungsi hidroksi.
3.        Rantai samping aromatik
Ada tiga asam amino yang mempunyai cincin aromatik pada rantai sampingnya, yaitu fenilalanina, tirosina, dan triptofan.
4.        Rantai samping asam
Asam aspartat dan glutamat mempunyai rantai samping yang berakhir dengan asam karboksilat. Pada pH faali yang lazim, yaitu sedikit di atas pH 7, gugus asam karboksilat ini mengion. Karena alas an ini, maka asam aspartat dan asam glutamat sering disebut sebagai ion karboksilatnya, yaitu aspartat dan glutamat.
5.        Rantai samping amida
Asparagina dan glutamine masing-masing adalah amida dari aspartat dan glutamat. Rantai sampingnya bermuatan netral pada pH 7,0.
6.        Rantai samping basa
Dalam golongan ini dijumpai tiga asam amino yang mengandung nitrogen yang bersifat basa lemah. Nitrogen dari lisina dan arginina adalah basa yang cukup kuat sehingga dapat mengambil proton dari air pada pH netral. Nitrogen pada rantai samping histidina sifat basanya lebih lemah dibanding pada lisina dan arginina.
7.        Rantai samping mengandung belerang
Metionina dan sisteina adalah dua asam amino biasa. Sisteina sering terdapat berhubungan dengan sisteina lain dengan membentuk ikatan disulfida (-S-S-) dan menghasilkan asam amino sistina.
            Pembagian lain dari asam amino ialah berdasarkan kebutuhan dari organisme tersebut dan kemampuan organisme untuk menghasilkan asam amino tersebut yaitu asam amino esensial dan asam amino nonesensial. Asam amino esensial ialah asam amino yang penting dan tidak mampu dihasilkan oleh organisme tersebut sedangkan asam amino nonesensial asam amino yang mampu dihasilkan oleh tubuh karena itulah kurang penting.
            Ini bermacam-macam karena tergantung organismenya contohnya pada manusia, asam amino esensial yaitu isoleusin, leusin, triptophan, fenilalanin, metionin, treonin, valin dan histidin dan asam amino nonesensial yaitu alanin, arginin, asam aspartat, sistein, asam glutamat, glisin, ornitin, prolin dan serin.Selain 20 asam amino dasar dikenal 150 lebih asam amino yang kurang umum. Kebanyakan dari asam amino ini tidak ada hubungannya dengan pembentukan protein dan banyak merupakan turunan sederhana dari 20 asam amino yang biasa. Asam amino demikian mungkin merupakan bentuk antara metabolik atau bagian dari suatu biomolekul bukan protein. Ada dua kelompok amino yang bukan merupakan pembentuk protein (Hart, dkk, 1983) :
1. Yang jarang didapatkan sebagai satuan pembentuk protein.
2. Yang sama sekali tidak merupakan satuan pembentuk protein.
Termasuk dalam golongan pertama ialah 4-hidroksil prolin (derivat prolin yang banya terdapat  pada kolagen), 5-hidroksilesin (derivat lisin yang banyak terdapat dalam kolagen) dan desmosin (terdapat dalam protein elastin) yang mempunyai struktur luar biasa yaitu terdiri dari 4 molekul lisin dengan gugus R bergabung membentuk lingkaran piridin yang tersubtitusi.
Golongan kedua terdiri dari 150 asam amino yang diketahui terdapat dalam bentuk bebas atau terikat di dalam beberapa sel dan jaringan tetapi tidak merupakan satuan pembentuk protein. Sebagian besar golongan merupakan derivat asam amino seperti asam –b- dan g-amino. Beberapa asam amino bukan protein ini memiliki fungsi penting sebagai sumber atau senyawa antara dalam metabolisme. b-alanin, umpamanya merupakan sumber vitamin asam pantotenat, sitrulin dan ornitin merupakan senyawa antara dalam sintesis arginin.
Beberapa asam amino lain bersifat racun terdapat dalam tumbuhan bersifat racun terhadap kehidupan lain misalnya kanavanin, asam jengkolat, dan b-sianoalanin.

4.      Stereo Kimia asam Amino
Semua asam amino yang didapat dari hasil hidrolisis protein, kecuali glisin mempunyai sifat aktif optik yaitu dapat memutar bidang polarisasi cahaya bila diperiksa dengan polarimeter.  Sifat aktif optik disebabkan oleh atom karbon yang asimetris yaitu atom yang terikat pada empat gugus yang berlainan. Jumlah stereo isomer yang mungkin terjadi sama dengan 2n. n adalah jumlah atom karbon asimetris. Semua asam amino yang umum terdapat dalam protein kecuali glisin mempunyai satu atom karbon asimetris, sedangkan tronina dan isoleusin masing-masing mempunyai dua atom karbon asimetris.
Konfugurasi absolut struktur asam amino yang optik aktif diturunkan dari struktur stereo isomer molekul monosakarida yang paling kecil yang mempunyai atom karbon, yaitu gliseraldehida yang mempunyai satu atom karbon asimetris. Berdasarkan konvensi kedua bentuk stereo isomer tersebut dinyatakan dengan L dan D (tidak ada hubungannya dengan destrorotatory dan levorotatory).

5.      Sintesis asam amino
Beberapa sintesis asam amino yang umum dikenal antara lain:
a.       Aminasi asam a-halo (subtitusi)
Asam a-halogen yang diperoleh dari halogenasi asam-asam karboksilat (Hell-Volhard-Zelinsky) misalnya brominasi asam propanoat. Selanjutnya a-propionat selanjutnya ditambahkan kedalam ammonia pekat dan larutan yang diperoleh disimpan pada temperatur kamar selama 4 hari. Setelah itu di uapkan sampai kering dan diesktraksi dengan etanol absolut panas untuk mengeluarkan bromide. Asam amino yang diperoleh berupa Kristal putih.
b.      Sintesis Strecker
Cara ini adalah hidrolisis a-amino nitril yang diperoleh dengan mereaksikan aldehid dengan ammonia dan asam sianida. Reaksi berlangsung
c.       Amin
Reduksi suatu asam a-keto dengan H2, NH3 dan katalisator Pd akan menghasilkan suatu asam amino resemit (campuran R dan S asam amino)
6.      Reaksi kimia asam amino
a.       Reaksi ninhidrin
Merupakan reaksi warna yang biasa digunakan untuk identifikasi asam amino. Nindhidrin merupakan oksidator yang sangat kuat yang dapat menyebabkan terjadinya dekarboksilasi oksidatif asam a-amino untuk menghasilkan CO2.NH2 dan suatu aldehid dengan suatu atom karbon kurang daripada asam amino induknya. Ninhidrin yang terduksi kemudian bereaksi dengan amino lepas membentuk kompleks biru-ungu yang maksimal menyerap cahaya dengan panjang gelombang 570 nm.
b.      Reaksi sanger
Reaksi sanger merupakan reaksi antara a-amino dengan 1-fluoro-2,4—dinitrobenzen (FDNB). Dalam suasana basa lemah FDNB bereaksi dengan asam a-amino membentuk turunan 2,4-dinitfenil yang disebut DNP-asam amino. Reaksi ini digunakan untuk penentuan asam amino N-ujung suatu rantai peptide.
c.       Reaksi edman
Reaksi ini merupakan reaksi antara a-amino dengan fenil isotiosianat yang menghasilkan turunan fenil tiokarbonil.
d.      Peptida
Bila gugus amino dan gugus hidroksil asam amino bergabung membentuk ikatan peptide, unsur asam aminonya dinamakan residu asam amino. Suatu peptide terdiri dari 2 residu asam amino atau lebih yang digabungkan oleh ikatan peptide atau dikatakan pula bahwa jika protein-protein hanya terhidrolisa sebagian, maka polimer-polimer yang lebih kecil yang terbentuk dari asam-asam amino disebut peptida.
Peptida sederhana mengandung dua, tiga, empat, atau lebih residu asam amino, masing-masing disebut dipeptda, tripeptida, tetrapeptida dan seterusnya. Bila peptida mengandung banyak ikatan  (dikatakan lebih dari 10 ) residu asam amino, peptida dinamakan polipeptida, banyak hormone atau semua protein sederhana ialah polipeptida.
Banyak asam amino yang berikatan melalui ikatan peptida membentuk rantai polipeptida bercabang Satu unit asam amino dalam rantai polipeptida disebut residu. Rantai polipeptida mempunyai arah sebab unit penyusun mempunyai ujung yang berbeda yaitu gugus amino-α dan gugus karboksil-α. Ujung amino diletakkan pada awal rantai polipeptida, berarti urutan asam amino dalam rantai polipeptida ditulis dengan diawali oleh residu amino-terminal.
Rantai Polipeptida
Setiap sel hidup mengandung protein. Protein senyawa organik essensial bagi mahluk hidup dan konsentrasinya paling tinggi di dalam jaringan otot hewan. Protein merupakan bahan essensial yang menunjang kehidupan. Kulit, tulang, otot, darah, hormon, enzim dan organ-organ dalam semuanya tersusun dari protein.
Asam amino esensial adalah asam amino diperlukan oleh makhluk hidup sebagai penyusun protein atau sebagai kerangka molekul-molekul penting. Ia disebut esensial bagi suatu spesies organisme apabila spesies tersebut memerlukannya tetapi tidak mampu memproduksi sendiri atau selalu kekurangan asam amino yang bersangkutan.
Asam Amino non-essensial yang diproduksi tubuh antara lain:
  1. Tirosin; pertama kali di temukan dalam keju. Pada manusia, asam amino ini tidak bersifat esencial, tapi pembentukanya menggunakan bahan baku fenilalanin oleh enzim phehidroksilase. Menurut penelitian yang dilakukan oleh institut penelitian kesehatan Lingkungan Amerika Serikat tahun 1988, tirosin berfungsi pula sebagia obat stimulan dan penenang yang eektif untuk meningkatkan kinerja mental dan fisik di bawah tekanan, tanpa efek samping. Tirosin terkandung dalam hati ayam, keju, alpukat, pisang, ragi, ikan dan daging.
  2. Sistein; sekalipun asam amino bukan esensial kandungan atom sistein hampir sama dengan metionin. Sistein juga di temukan pada bahan pangan seperti cabai, bawang putih, bawang bombai, brokoli, haver, dan inti bulis gandum.
  3. Serin; pertama kali di isolasi dari protein serat sutra pada tahun 1865.
  4. Prolin; fungsi terpentingnya di ketahui sebagai komponen protein.
  5. Glisin; secara umu, protein itu sendiri tidak banyak mengandung glisin (kecuali pada kolagen yang mengandung glisin dari dua per tiga kandungannya). Tubuh manusia memproduksi glisin dalam jumlah yang mencukupi.
  6. Asam glutamat; karena ion glutamat yang dapat merangsang beberapa type saraf yang ada pada lidah manusia, glutamat di manfaatkan dalam industri penyedap rasa. Dalam keseharian di dapati dalam bentuk garam turunan yang di sebut sebagai monosodium glutamat atau MSG.
  7. Asam aspartat; sering pula di sebut aspartat. Fungsinya di ketahui sebagia pembangkit neurotransmiter di otak dan saraf otot. Aspartat juga dimungkinkan berperan dalam daya tahan terhadap kepenatan.
  8. Ariginin; sekalipun bersifat non-esensial bagi manusia dan mamalia lain, tetapi ariginin dapat di katakan sebagai asam amino setengah esensial karena produksinya sangat bergantung pada tingkat perkembangan dan kondisi kesehatan. Pada anak-anak, ariginin sangatlah penting. Pangan sumber utama ariginin ditemukan pada produk-produk peternakan seperti daging, susu, telur, dan berbagai olahannya. Sedangkan dari produk tumbuhan, ariginin banyak ditemukan pada cokelat dan biji kacang tanah.
  9. Alanin; ditemukan dalam bahan pangan bentuk lain seperti daging, ikan, susu, telur, dan kacang-kacangan.
  10. Histidin; bagi manusia, histidin merupakan asam amino yang esensial bagi anak-anak.
  11. Glutamin; merupakan asam amino yang dikenal pula dengan sebutan asam glumatik. Asam amino ini berfungsi sebagai bahan bakar otak yang mengontrol kelebihan amonia yang terbentuk dalam tubuh akibat proses biokimia. Secara alami, glutamin di temukan dalam gandum dan kedelai.
  12. Asparagin; di perlukan oleh sistem saraf untuk menjaga kesetimbangan dan di perlukan pula dalam transformasi asam amino. Asparagin di temukan pula pada daging (segala macam sumber), telur dan susu (serta produk turunanya).
Asam Amino esensial yang tidak di produksi oleh tubuh, antara lain sebagai berikut:
  1. Triptofan; merupakan asam amino esensial, ini merupakan beberapa sumber di dapatkan dari karbonhidrat. Triptofan terdapat pada telur, daging, susu skim,pisang, susu, dan keju.
  2. Treonin: terdapat pada bahan pangan berupa susu, daging, ikan ,dan bici wijen.
  3. Metionin: bersifat esencial. Oleh sebab itu, harus di ambil dari bahan pangan. Sumber utama metionin hádala buah-buahan, daging (ayam, sapi, ikan,susu (susu murni, beberapa jenis keju), saturan (bayam, bawang putih, jagung), serta kacang-kacangan (kapri, pistacio, kacang mete, kacang merah, tahu tempe).
  4. Lisin; terdapat dalam protein kedelai,bici polong-polongan, dan ikan. Rata-rata kebutuhan lisin per hari adalah 1-1,5 g.
  5. Leusin; banyak tersedia pada makanan yang tinggi protein, seperti daging, susu, beras merah dan kacang kedelai. Pada produk-produk susu kedelai juga banyak di temui kandungan leusin.
  6. Isoleusin;
  7. Fenilalanin; merupakan asm amino esensial yang menjadi bahan baku bagi pembentukan katekolamin. Katekolamin ini di kenal sebagai peningkat kewaspadaan penting bagi tranmisi impuls saraf. Fenilalamin terdapat pada daging ayam, sapai, ikan, telur, dan kedelai.
  8. Valin; terdapat pada produk-produk peternakan seperti daging, telar, susu dan keju. Selain itu, asam amino esensial ini terdapat pada bici-bijian yang mengandung minyak seperti kacang tanah, wijen, dan gentil).

II.                PROTEIN
A.    Pengertian protein
Protein tersusun dari berbagai asam amino yang masing-masing dihubungkan dengan ikatan peptida. Meskipun demikian, pada awal pembentukannya protein hanya tersusun dari 20 asam amino yang dikenal sebagai asam amino dasar atau asam amino baku atau asam amino penyusun protein (proteinogenik). Asam-asam amino inilah yang disandi oleh DNA/RNA sebagai kode genetik.
Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838.
Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein masih "mentah", hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.

B.     Sintesa Protein
Dari makanan kita memperoleh Protein. Di sistem pencernaan protein akan diuraikan menjadi peptid peptid yang strukturnya lebih sederhana terdiri dari asam amino. Hal ini dilakukan dengan bantuan enzim. Tubuh manusia memerlukan 9 asam amino. Artinya kesembilan asam amino ini tidak dapat disintesa sendiri oleh tubuh esensiil, sedangkan sebagian asam amino dapat disintesa sendiri atau tidak esensiil oleh tubuh. Keseluruhan berjumlah 21 asam amino. Setelah penyerapan di usus maka akan diberikan ke darah. Darah membawa asam amino itu ke setiap sel tubuh. Kode untuk asam amino tidak esensiil dapat disintesa oleh DNA. Ini disebut dengan DNAtranskripsi. Kemudian mRNA hasil transkripsi di proses lebih lanjut di ribosom atau retikulum endoplasma, disebut sebagai translasi.

C.    Fungsi protein:
  1. Protein struktural (pembangun tubuh): protein selaput atau dinding sel; jaringan pelindung seperti kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, tanduk, paruh dan sebagainya, serta jaringan pengikat seperti tulang, urat daging, sendi, dan sebagainya
  2. Protein membran : terdapat dalam membran sel
  3. Protein kontraktil : terdapat dalam serat otot
  4. Protein transport : mengikat dan mengangkut molekul-molekul lain, misalnya hemoglobin yang mengangkut O2
  5. Protein pelindung: seluruh antibodi dan zat-zat pembeku darah seperti fibrinogen
  6. Protein cadangan : membebaskan  asam-asam amino apabila diperlukan, misalnya kasein (protein susu) dan ovalbumin (putih telur)
  7. Hormon : mengatur pertumbuhan dan metabolisme
  8. Enzim-enzim : mengkatalis reaksi-reaksi biokimia

D.    Ikatan Peptida
      1. Ikatan peptida adalah : ikatan amida yang menautkan dua asam amino
      2. Senyawa yang terbentuk di sebut senyawa peptide
      3. Ikatan peptida ditulis dengan asam amino yang mempunyai gugus +NH3 bebas di sebelah kiri dan asam amino dengan gugus CO- bebas di sebelah kanan.
ik

ikatan peptida
E.     Ikatan disulfide
Ikatan disulfide adalah ikatan tunggal S-S, yang pada protein menautkan dua unit asam amino sistein.
disulfida
F.     Struktur Protein
1)      Struktur Primer
ü  Struktur primer menunjukkan jumlah, jenis, dan urutan asam amino dalam molekul protein
ü  Ikatan antar asam amino adalah ikatan peptida
2)      Struktur Sekunder
ü  Heliksα dan lembaran terlipat adalah dua struktur sekunder yang biasa terdapat dalam protein atau segmen protein

protein heliks
Segmen suatu heliks α, menunjukkan 3 putaran heliks, dengan 3,6 unit asam amino per putaran. Ikatan hydrogen ditunjukkan dengan garis terputus-putus
berlipat

Segmen dari struktur lembaran terlipat β-keratin. Rantai yang bersebelahan mempunyai arah yang berlawanan dan dipegangi oleh ikatan hydrogen
(ditunjukkan dengan warna). Gugus R mencuat ke atas atau
ke bawah bidang rata-rata dari lembaran
3)      Struktur Tersier
ü  Struktur tersier menunjukkan kecenderungan polipeptida membentuk lipatan atau gulungan, dan dengan demikian membentuk struktur yang lebih kompleks
ü  Dimantapkan oleh beberapa ikatan antara gugus R pada molekul asam amino yang membentuk protein
ü  Beberapa jeni ikatan tersebut meliputi: ikatan elektrostatik, ikatan hydrogen, interaksi hidrofobik antara rantai sampai nonpolar, interaksi dipole-dipol, dan ikatan diulfida yaitu suatu ikatan kovalen
ü  Meliputi protein serat dan globular

globular
Struktur tersier dari mioglobin
4)      Struktur kuaterner
ü  Struktur kuaterner menunjukkan derajat persekutuan unit-unit protein
ü  Sebagian besar terdiri dari beberapa rantai polipeptida yang terpiah
struktur kuarterner
Struktur Kuaterner Protein globular yang kompleks

G.    Kekurangan Protein
Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet.
Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:
1)         Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin)
2)         Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor, penyakit kekurangan protein. Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari yang namanya busung lapar, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan odem.Simptom yang lain dapat dikenali adalah:
o    hipotonus
o    gangguan pertumbuhan
3)         Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian.





BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. Asam amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus –NH2 pada atom karbon α dari posisi gugus –COOH. Jenis-jenis asam amino, urutan cara asam amino tersebut terangkai, serta hubungan spasial asam-asam amino tersebut asan menentukan struktur 3 dimensi dan sifat-sifat biologis protein sederhana.
            Berdasarkan sifat polar gugus R, maka asam amino terdiri dari 4 golongan yakni :
1.      Asam amino dengan  gugus R yang tidak mengutub
2.      Asam amino dengan gugus R  mengutub tidak bermuatan
3.      Asam amino dengan gugus R bermuatan negatif/asam amino asam
4.      Asam amino dengan gugus R bermuatan positif/asam amino basa
Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor.






DAFTAR PUSTAKA

Anonim,2000, Dasar-Dasar Biokimia, UI-PRESS, Jakarta.
Poppy Kumala, 1998, Kamus Kedokteran Dorland, ECG, Jakarta.
Robert K. Murray, et all., 2002, Biokimia Harper, ECG, Jakarta.
Tri Rini Nuringtyas, ASAM AMINO DAN PROTEIN, www.google.com, diakses 6 Nopember 2011.


 

1 comment: